Minggu, 03 Mei 2015

overthinking

banyak orang yang bilang hidup ini adalah pilihan. pilihan apakah di jalan yang lurus ataukah jalan berkelok-kelok. apakah di jalan yang baik. ataukah di jalan yang salah. 

namun tak tau kenapa. sampai saat ini saya masih saja tak bisa menerima perkataan "hidup adalah pilihan" . karena kenapa?  saya yakin hidup ini hanya ada 1 pilihan. menaati Allah dan Rasulnya. mungkin banyak orang yang bilang "alah itu mah jawaban yg realistis or diplomatis banget"

tapi hei coba pikirkan deh. sebenarnya tujuan kita hidup itu apa?  apakah mmg untuk bersenang-senang? apakah untuk memuaskan nafsu kita untuk memilih mau ini mau itu?  ataukah sebenarnya hidup menginjak tanah di bumi yg fana ini sebenarnya batu loncatan untuk kehidupan akhirat yang kekal abadi? coba tanya hati nurani kita. karena hati tidak akan pernah berbohong. i'm sure about it.

biarlah kita menjawabnya masing-masing

memang ketika kita memutuskan berprinsip bahwa hidup ini hanya untuk 1 pilihan. menaati Allah dan Rasulnya,  banyak sekali perkataan yang terlontar dari orang-orang sekeliling kita. banyak yang bilang “Why so serious?”
saya sangat sering mengalaminya. katanya saya kok g bisa menikmati hidup ya,  g bisa ke bersenang-senang layaknya teman-teman lain.

terkadang sy jg sering terpengaruh. sering mikir kasian jg saya ya. di saat temen2 hidup hedon dll,  lah kok sy sibuk memikirkan kematian :(.

namun sejujurnya,  tahukah kalian bahwa kesenangan yang saya rasakan ketika berusaha menjalankan perintah Allah dan Rasulnya meskipun dengan tertatih-tatih karena begitu banyak ujian dan nafsu yg selalu out of control? rasanya sy bahkan tak bisa mendeskripsikan rasa bahagia itu. rasa bahagia yang terasa dalem di hati. rasa hangat meski fisik kita dingin,  rasa nyaman dan comfort. meski fisik tak begitu sehat. dan satu hal terpenting yang dapat sy simpulkan dari pengalaman yang sy rasakan bahwa pencerahan yang saya dapatkan adalah efek karena sering berinteraksi dengan Al-Qur’an. Selain membaca, mentadaburi, dan (insya allah) mengamalkannya. Tak perlu kita, umat muslim, bingung mencari motivator atau psikiater karena dari kitab inilah justru jawaban semua masalah hati terpenuhi. Salah satunya adalah tentang penegas bahwa hidup kita bukan pilihan. Hidup harus dipertanggungjawabkan

saya bukan ingin menggurui atau ingin mengatakan bahwa sayalah yang paling baik,  tp setidaknya saya ingin berbagi bahwa tak ada kesenangan melebihi kesenangan ketika dekat dengan Allah, bahwa tak ada kesenangan melebihi kesenangan ketika selalu menjalankan perintahNya. meski dengan begitu kitapun harus menekan kuat-kuat nafsu kita. karena kita hanya manusia biasa.

dan saya nggak mau meniti jalan ke jannahNya sendirian.saya ingin bersama kalian,  bersama seluruh MH di dunia ini. karena itulah sebenar-benernya kebahagiaan versiku.

3 komentar:

  1. Subhanallah. Nice post, cha :) (y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah. iya sayang. meski jarang bertemu. hati kita teteup deket kan? heheheheh miss u eee

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus