Jumat, 29 Mei 2015

titik

ku ingat saat itu dengan berlinang air mata kamu mengatakan takkan semudah itu melepaskan segalanya
lantas sekarang itu apa?
ah mungkin aku yang salah menilaimu saat itu. mungkin aku yang salah menginterpretasikan segalanya.
semoga bahagia.
itu saja.


Minggu, 17 Mei 2015

i love u both!

i have two brothers, Fawwaz and Fauzan with a very different characters. but i'm pretty sure being a big sister is to love your brother, even if he doesn't want it or love you in return.

Sabtu, 16 Mei 2015

selamat adik nomor dua

his name is fawwaz on his project *short movies* and i love him pretty much

congratulation adikku sayang. ciee dapat juara tawwa film pendeknya. kakak memang selalu yakin dan tau kerja kerasmu selama ini. thumbs up brother. you deserve it. kakak loves you btw ^_^

Teruslah berkarya dan membanggakan. 

i'm proud sister :* :*








icha_izzah
@makassar.17.05.15



Minggu, 03 Mei 2015

reminder

Tinggalkanlah musik dan nyanyian, dan mulailah menghafal Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah subhanahu wa ta’ala, karena

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
” Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik darinya” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)

masyaAllah 😍😘

overthinking

banyak orang yang bilang hidup ini adalah pilihan. pilihan apakah di jalan yang lurus ataukah jalan berkelok-kelok. apakah di jalan yang baik. ataukah di jalan yang salah. 

namun tak tau kenapa. sampai saat ini saya masih saja tak bisa menerima perkataan "hidup adalah pilihan" . karena kenapa?  saya yakin hidup ini hanya ada 1 pilihan. menaati Allah dan Rasulnya. mungkin banyak orang yang bilang "alah itu mah jawaban yg realistis or diplomatis banget"

tapi hei coba pikirkan deh. sebenarnya tujuan kita hidup itu apa?  apakah mmg untuk bersenang-senang? apakah untuk memuaskan nafsu kita untuk memilih mau ini mau itu?  ataukah sebenarnya hidup menginjak tanah di bumi yg fana ini sebenarnya batu loncatan untuk kehidupan akhirat yang kekal abadi? coba tanya hati nurani kita. karena hati tidak akan pernah berbohong. i'm sure about it.

biarlah kita menjawabnya masing-masing

memang ketika kita memutuskan berprinsip bahwa hidup ini hanya untuk 1 pilihan. menaati Allah dan Rasulnya,  banyak sekali perkataan yang terlontar dari orang-orang sekeliling kita. banyak yang bilang “Why so serious?”
saya sangat sering mengalaminya. katanya saya kok g bisa menikmati hidup ya,  g bisa ke bersenang-senang layaknya teman-teman lain.

terkadang sy jg sering terpengaruh. sering mikir kasian jg saya ya. di saat temen2 hidup hedon dll,  lah kok sy sibuk memikirkan kematian :(.

namun sejujurnya,  tahukah kalian bahwa kesenangan yang saya rasakan ketika berusaha menjalankan perintah Allah dan Rasulnya meskipun dengan tertatih-tatih karena begitu banyak ujian dan nafsu yg selalu out of control? rasanya sy bahkan tak bisa mendeskripsikan rasa bahagia itu. rasa bahagia yang terasa dalem di hati. rasa hangat meski fisik kita dingin,  rasa nyaman dan comfort. meski fisik tak begitu sehat. dan satu hal terpenting yang dapat sy simpulkan dari pengalaman yang sy rasakan bahwa pencerahan yang saya dapatkan adalah efek karena sering berinteraksi dengan Al-Qur’an. Selain membaca, mentadaburi, dan (insya allah) mengamalkannya. Tak perlu kita, umat muslim, bingung mencari motivator atau psikiater karena dari kitab inilah justru jawaban semua masalah hati terpenuhi. Salah satunya adalah tentang penegas bahwa hidup kita bukan pilihan. Hidup harus dipertanggungjawabkan

saya bukan ingin menggurui atau ingin mengatakan bahwa sayalah yang paling baik,  tp setidaknya saya ingin berbagi bahwa tak ada kesenangan melebihi kesenangan ketika dekat dengan Allah, bahwa tak ada kesenangan melebihi kesenangan ketika selalu menjalankan perintahNya. meski dengan begitu kitapun harus menekan kuat-kuat nafsu kita. karena kita hanya manusia biasa.

dan saya nggak mau meniti jalan ke jannahNya sendirian.saya ingin bersama kalian,  bersama seluruh MH di dunia ini. karena itulah sebenar-benernya kebahagiaan versiku.