Senin, 16 Februari 2015

Dia yang memiliki surga di telapak kakinya....

ummi.

satu kata yang paling sering terucap di lidahku setelah Allah dan Rasulnya. 
aku sangat merindukannya. sangat merindukan saat-saat bersamanya. memeluknya dengan sayang, bercanda dengannya. ah.. aku sangat merindukannya ya Allah.

rasanya terlalu banyak hal terlewatkan ketika aku tak lagi seatap dengannya. 
wajahnya semakin termakan usia. 
tahukah kamu hal yang paling tidak menyenangkan bagiku adalah melihatmu bertambah tua disetiap kepulanganku namun aku tak pernah mengetahui keseharianmu karena jauhnya jarak memisahkan kita T,T.  

ummi

di usiaku yang akan menginjak 22, saya seakan semakin memahami betapa kesusahannya engkau mengasuhku dan adik-adikku. namun engkau tetap saja tersenyum kepada kami, engkau tak pernah mengeluh sedikitpun. engkau luar biasa ummi. 

ummi 

tahukah engkau, ketika kepulanganku kemarin.
kekagumanku kepadamu semakin berlipat-lipat. aku melihat sosok leader yang sempurna di dirimu. rasanya baru kali ini aku melihatmu secara langsung memimpin sebuah kepanitiaan dalam acara besar (se-Sulawesi Tengah). aku kagum ummi, kagum dengan caramu memimpin, kagum dengan pengorbananmu yang tanpa batas, baik untuk orang lain maupun agamamu. 

dibalik semua kekuranganmu, aku tahu engkau begitu sempurna. engkau sosok ibu yang sangat pantas untuk mendapatkan predikat luar biasa meski itu hanya dihatiku. aku bangga padamu ummi.

semoga suatu saat nanti ketika aku juga berkesempatan menjadi seorang ibu, aku bisa meneladanimu. bisa meneladani bijaksanamu, bisa meneladani kesabaranmu, bisa meneladani kecintaanmu kepada Allah yang engkau buktikan dengan keseharianmu.

aku mencintaimu ummi, mencintaimu setelah Allah dan Rasulnya. 
aku tak tahu lagi ingin mendefinisikanmu seperti apa. karena aku begitu bangga dan bersyukur menjadi anakmu.
semoga engkau selalu diberikan kesehatan oleh Allah dan diberikan keistiqomahan olehNya disepanjang hidupmu.

tak salah lagi, jika surga ada di telapak kakimu.

i do love u ummi. 



@aspuri
icahatta. Tue, 17 feb 15.

2 komentar: