Sabtu, 13 Desember 2014

Skripsi #2

Alhamdulillah skripsiku udah melewati 2 tahap ujian. Ujian proposal dan ujian hasil. Sekarang lagi revisi-revisi untuk ujian tutup. Akhirnya. Sampai juga ditahap ini, nggak pernah menyangka loh bisa secepat ini. kurang lebih 1 bulan saya menyelesaikan 2 tahap ujian skripsi. Mengingat betapa ribetnya mulai dari pengajuan judul, pembuatan proposal yang di revisi ribuan kali *lebay*.

Tahu nggak apa yang paling kepikiran saat direvisi berkali-kali ? Selain capeknya memang nggak ketulungan, kurang tidur, kurang makan dll. Ada satu hal yang sangat menarik perhatian saya setelah menghitung-hitung berapa banyak kertas yang telah saya gunakan selama revisi proposal dan revisi hasil. Hei setelah saya menghitung2 secara cermat. Hampir 5 rim kertas yang saya gunakan. Amazing banget yah. Kalo di kali berapa mahasiswa di seluruh indonesia ini yang lagi nyusun skripsi, kira-kira berapa juta rim kertas yang digunakan.

Hiy.saya jadi ngeri sendiri membayangkan, karena semakin banyak kertas artinya semakin banyak juga pohon yang ditebang kan? Innalillah.

Betapa kita manusia tak pernah membayangkan makhluk Allah yang lain. Kita hanya senang-senang saja menggunakan kertas ber-rim2. Tapi nggak pernah memikirkan efek dari perilaku kita. Makanya jangan heran ketika musim hujan datang, terjadi banjir dimana-mana. Longsor dimana-mana yang sangat membahayakan jiwa. Sebenarnya itu adalah salah satu efek tidak langsung dari perilaku kita juga right?

Back to topic, yups mahasiswa setiap tahun pasti ada yang nyusun skripsi. Saya jadi nggak kebayang setiap tahun berapa juta rim kertas yang digunakan mahasiswa untuk menyelesaikan skripsinya. Ada nggak ya solusi dari kita sebagai mahasiswa untuk mengatasi hal ini? Sangat merugikan pastinya ketika kertas-kertas hanya untuk keperluan revisi yang setelah dicoret-coret kemudian di ganti lagi yang baru dan dibuang. Tamatlah riwayatnya.

Mungkin suatu saat nanti -entah kapan, mungkin jika saya diberikan kesempatan olehNya untuk menjadi dosen- setiap mahasiswa akan saya berikan tugas untuk mengelola masing-masing kertas bekas revisinya, mungkin bisa di daur ulang sendiri. ataukah suatu saat nanti peraturan di setiap universitas bisa berubah saat penyusunan skripsi, ketika hanya untuk revisi mungkin bisa kali ya menggunakan kertas bekas. Hehe. Atau di universitas kamu boleh menggunakan kertas bekas nggak?
Sayang banget soalnya kalo kertas bekas hanya di buang gitu aja setelah revisi, iya kan?

-sekarang saya jadi mikir semestinya saya mulai dari pribadi saya sendiri kan mengelola kertas-kertas sisa revisi proposal dan hasil saya, yah semoga saya mendapat ide yah, mau diapain kertas-kertas itu- haha.

Mungkin sekian saja curhat kepedulian saya akan kertas. Hahaha.. maaf jika tulisan saya amburadul. *kan masih belajar menunangkan pikiran ke tulisan, suat saat nanti juga akan bagus sendiri ketika dilatih kan? *
---haha lagi-lagi pembenaran, dasar manusia----

Btw doain juga ya, sekarang saya lagi revisi skripsi persiapan untuk ujian tutup. Semoga saya tidak malas-malasan mengedit dan selalu memanfaatkan setiap waktu saya dengan baik. Demi masa depan yang lebih cerah. Aamiin.

2 komentar:

  1. aamiin ... yang fokus ya dan semoga segera kelar revisinya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah skripsinya udah the end, heheheh.
      Makasih doanya kak mugniar :)

      Hapus