Jumat, 12 Desember 2014

Batas

Ingin sekali mencintai sepenuh hati tanpa syarat. Tapi apa dayaku? Di dunia ini begitu banyak syarat!!!

Argh.

Meski aku tak pernah mengungkapkannya, tapi tahukah engkau betapa aku selalu, selalu mencintaimu. Meski tak akan pernah ku katakan terang-terangan padamu. Maafkan aku. Begitu banyak aturan dan syarat yang harus kita hadapi di dunia ini.

MAAFKAN AKU.

Aku bukanlah manusia yang dengan mudahnya mencintai tanpa syarat. Maafkan aku, di balik perasaanku padamu. Aku juga dibatasi oleh batas yang takkan bisa kita robohkan. Batas itu begitu tinggi, begitu kokoh memisahkan kita. Aku tak pernah bisa yakin, di dunia ini kita bisa merobohkan batas itu. Tak pernah, TAK AKAN PERNAH.

MAAFKAN AKU

aku tak dapat berkorban lebih untuk merobohkan batas itu, tak bisa, tak akan kulakukan.
Maafkan aku karena cinta yang kumiliki mungkin tak sebesar cintamu padaku. Maafkan aku.
Mungkin tepat jika kamu katakan aku pengecut. Aku tak mau berkorban. Yah hingga hari ini aku masih saja menjadi pengecut. Pengecut yang selalu meratapi ketidakberdayaan dirinya.

Ah aku hanya bisa meratapi tanpa bisa menyelesaikannya.

Aku memang pengecut!

5 komentar:

  1. selalu ada penyesalan di dalam hidup.. tapi yang paling penting bagaimana cara kita ngelewatin hari dan move on dari penyesalan yang pernah ada.. hidup terus berjalan.. fighting!

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih kak ega. move on move on. fighting!

      btw salam kenal ya kak :)

      Hapus
  2. kadang waktu menyesal lebih baik dan merayakan akan hal itu. semoga, segalamu lekas menemukan kebahagiaan yg paling niat membahagiakanmu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih kak . semoga kita semua lebih cepat mendapatkan kebahagiaan itu :) :)

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus