Rabu, 26 November 2014

untukmu... hujan....


tik tik tik...
hujan....
splaaassshhhhhh tiba-tiba saja rentetan memori itu melayang-layang di pelupuk mata. oh tidak. kenangan itu, potongan-potongan kisah itu terus saja menyatu di penglihatanku. lagi-lagi kamu berhasil membuka luka lama yang susah payah ku tutupi selama ini. sakit rasanya. tepat dengan kalimat yang lagi nge-trend sekarang "sakitnya TUH DISINI"

tidakkah kamu mengerti hujan? aku selalu menunggumu, namun kamu selalu berhasil mengacaukan hatiku. kamu selalu membawa rasa itu, membuatku tak kuat menahannya hingga aliran deras di pelupuk mataku tak dapat ku bendung. lagi-lagi aku terjebak denganmu. di sudut kota ini. ah betapa malangnya diri ini.

hujan, sebenarnya kamu begitu istimewa. aku terus saja rindu kepadamu. namun bisakah kamu datang tanpa membawa potongan-potongan kisah itu. aku tak kuat menyusun kisah itu lagi, aku tak bisa menyatukan potongan kisah itu dalam nyataku. lalu mengapa kau terus saja memaksaku menyelesaikannya?

aku... aku...

aah aku tak kuat lagi. aku merindukanmu.... hujan..., meski kau selalu menikam-nikam hatiku hingga aku menikmati kesakitan itu.

apalah artinya aku. hanya kau yang selalu istimewa. 



Sendiri. Sepi. 
icha_izzah
Makassar, 26 November 2014
17:35 WITA @bed *refresh otak dulu nulis-nulis galau, capek kerja skripsweeettttttt*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar