Kamis, 20 Februari 2014

Complicated Heart

Pernah tidak merasa bahwa hidupmu terlalu keterlaluan. Terlalu banyak hal yang membuatmu sedih. Terlalu banyak hal yang membuatmu kuatir...
Namun kamu sama sekali tak bisa bertindak apa-apa. Semuanya nothing.
bahkan untuk mendeskripsikan perasaanmu pun kamu tak tau. Semuanya blur. Abu-abu.
Berlari sekuat tenaga. Menjauh. Berusaha untuk tak melihat kebelakang.
Namun Mengapa selalu kembali tanpa alasan yang jelas?

Aku yakin dengan keputusan ini, namun mengapa tak jua menampakkan hasilnya.

Aku lelah menunjukkan bahwa aku baik-baik saja. Hatiku berteriak. Hatiku terluka. Namun tak pernah ada yang mendengarnya. Pun diriku sendiri.

Namun siapa yang dapat menyembunyikan Perasaan yang begitu menusuk. Menikam jantung!
Aku tak kuasa untuk menghindar. Meski lisanku terus saja berucap hal yang bertolak belakang dengan hatiku.

Diam dan tangis menjadi satu-satunya pelarian.

Aku rindu dengan ketenangan.
Aku rindu bahagia.
Aku rindu keindahan.
Aku tak ingin berpura-pura.
Aku rindu hatiku yang dulu. Ketika tak ada yang mengotorinya.
Tak ada yang menusuk. Tak ada yang membuatnya terluka. Tak ada yang membuatnya sakit.

Aku ingin kembali. Kembali ke fitrahku. Mencintai Allah dengan setulus hatiku.
Karena ku tau begitu sulit untuk kembali ketika kemaksiatan telah menyelimuti hati.

Akankah semua akan kembali seperti dahulu?

Waktu akan menjawab semuanya.

Suatu saat nanti.

Minggu, 02 Februari 2014

Otw makassar

Dulu, dulu sekali teringat zaman taman kanak-kanak. Ditinggal sendiri aja saya pasti nangis meski ditinggal di rumah sama tante-tanteku. Makanya saya di gelari si cengeng sejak kecil. Hingga duduk di bangku sd-smp sama sekali tidak berani bepergian sendirian.
Seiring dengan bertambahnya usia hingga sekarang tanpa kusadari bepergian sendiri sudah menjadi aktivitas biasa yg kulakukan tanpa ada rasa takut lagi.
Seperti itulah manusia, semakin dewasa semakin merasa mengetahui lebih banyak hal sehingga rasa takut mulai berkurang dan itu memang terjadi pada diriku sendiri.
Namun tetap saja selalu ada rasa was-was dihatiku karena setauku dalam islam tidak dibolehkan bepergian sendiri apalagi jauh (makassar-tolitoli) tanpa mahram.
Namun apa daya, keadaan memaksaku untuk harus dan mesti pulang dan tak ada seorangpun mahramku yang bisa menemaniku, abaku ngantor, adik-adikku yang laki2 pada sekolah.
Semoga saja Allah mengampuniku. Karena terkait banyak hal penting yang harus kuselesaikan di kampung halaman yang memaksaku harus pulang liburan ini *padahal rencana untuk pulang sama sekali nggak ada sejak awal bulan yg lalu*
Yah takdir Allah azza wa jalla berkata lain. Kita sebagai manusia hanya bisa berencana namun Allah yang menentukan.
Hanya bisa banyak-banyak beristighfar. Semoga perjalananku dimudahkan dan selamat sampai makassar. Aamiin.
Doain ya kawan-kawan. *^▁^*