Selasa, 30 Desember 2014

penghujung tahun 2014

nggak terasa berada di penghujung tahun lagi ya. usia semakin bertambah, namun jatah hidup di dunia semakin berkurang. namun yah setidaknya bisa melewati tahun ini dengan banyak hal dan dikelilingi oleh orang-orang hebat :)

terlalu banyak hal yang berubah di tahun ini. awalnya saya berpikir inilah jalan yang benar, namun ternyata Allah menakdirkan berbeda, saya kemudian mengambil jalan lain lagi yang in shaa Allah benar. yah.. hanya Allah yang mampu membolak-balikkan hati kita dan menunjukkan kita jalan yang lurus. kita hanya mampu mencari ilmu, berdoa berdoa berdoa dan meyakinkan hati kita bahwa Allah yang menakdirkan segalanya. ya Allah tunjukkanlah saya jalan yang lurus. :)

terkadang setelah dipikir-pikir banyak juga ya sesuatu yang terjadi diluar ekspektasi saya. maklum saya orangnya memang selalu ribet mengatur dan menyesuaikan planning hidup. mungkin karena sifat moody-an yang saya miliki, tapi diluar segala keribetan yang terjadi. banyak hal yang sangat-sangat saya syukuri di tahun ini.tentunya kenikmatan yang selalu diberikan oleh Allah lebih banyak dan selalu patut disyukuri right? terutama kuliah S1

Sabtu, 27 Desember 2014

Senjata makan tuan

Berhati-hatilah menaruh kepercayaan yang besar kepada orang-orang yang kita pikir menyayangi kita dengan tulus. Memperlihatkan kelemahan kita saking tingginya kualitas kepercayaan kita padanya. Karena ada saatnya ia akan menghunjam dada kita dengan tusukan yang keras tajam dalam tepat di depan kedua mata kita tanpa alasan yang dapat kita pahami.

Sabtu, 13 Desember 2014

Skripsi #2

Alhamdulillah skripsiku udah melewati 2 tahap ujian. Ujian proposal dan ujian hasil. Sekarang lagi revisi-revisi untuk ujian tutup. Akhirnya. Sampai juga ditahap ini, nggak pernah menyangka loh bisa secepat ini. kurang lebih 1 bulan saya menyelesaikan 2 tahap ujian skripsi. Mengingat betapa ribetnya mulai dari pengajuan judul, pembuatan proposal yang di revisi ribuan kali *lebay*.

Tahu nggak apa yang paling kepikiran saat direvisi berkali-kali ? Selain capeknya memang nggak ketulungan, kurang tidur, kurang makan dll. Ada satu hal yang sangat menarik perhatian saya setelah menghitung-hitung berapa banyak kertas yang telah saya gunakan selama revisi proposal dan revisi hasil. Hei setelah saya menghitung2 secara cermat. Hampir 5 rim kertas yang saya gunakan. Amazing banget yah. Kalo di kali berapa mahasiswa di seluruh indonesia ini yang lagi nyusun skripsi, kira-kira berapa juta rim kertas yang digunakan.

Hiy.saya jadi ngeri sendiri membayangkan, karena semakin banyak kertas artinya semakin banyak juga pohon yang ditebang kan? Innalillah.

Betapa kita manusia tak pernah membayangkan makhluk Allah yang lain. Kita hanya senang-senang saja menggunakan kertas ber-rim2. Tapi nggak pernah memikirkan efek dari perilaku kita. Makanya jangan heran ketika musim hujan datang, terjadi banjir dimana-mana. Longsor dimana-mana yang sangat membahayakan jiwa. Sebenarnya itu adalah salah satu efek tidak langsung dari perilaku kita juga right?

Jumat, 12 Desember 2014

Batas

Ingin sekali mencintai sepenuh hati tanpa syarat. Tapi apa dayaku? Di dunia ini begitu banyak syarat!!!

Argh.

Meski aku tak pernah mengungkapkannya, tapi tahukah engkau betapa aku selalu, selalu mencintaimu. Meski tak akan pernah ku katakan terang-terangan padamu. Maafkan aku. Begitu banyak aturan dan syarat yang harus kita hadapi di dunia ini.

MAAFKAN AKU.

Aku bukanlah manusia yang dengan mudahnya mencintai tanpa syarat. Maafkan aku, di balik perasaanku padamu. Aku juga dibatasi oleh batas yang takkan bisa kita robohkan. Batas itu begitu tinggi, begitu kokoh memisahkan kita. Aku tak pernah bisa yakin, di dunia ini kita bisa merobohkan batas itu. Tak pernah, TAK AKAN PERNAH.

MAAFKAN AKU

aku tak dapat berkorban lebih untuk merobohkan batas itu, tak bisa, tak akan kulakukan.
Maafkan aku karena cinta yang kumiliki mungkin tak sebesar cintamu padaku. Maafkan aku.
Mungkin tepat jika kamu katakan aku pengecut. Aku tak mau berkorban. Yah hingga hari ini aku masih saja menjadi pengecut. Pengecut yang selalu meratapi ketidakberdayaan dirinya.

Ah aku hanya bisa meratapi tanpa bisa menyelesaikannya.

Aku memang pengecut!

Kamis, 04 Desember 2014

SKRIPSI #1

momok yang paling mengerikan, membuat stres, depresi bahkan dari media yang kubaca ada yg bunuh diri akibat skripsi. oh NO! naudzubillah yah. kelewatan juga kalo mengakhiri hidup hanya karena skripsi. kasian.
well saya bukannya mau bahas tentang orang-orang yang mengakhiri hidupnya secara tragis akibat skripsi.

saya hanya mau curhat. curhat tentang semuaaaaaa kegalauan, kecemasan, kepusingan dan ke ke ke yang lain selama menjalani periode skripsweet ini. saya mempelesetkannya menjadi skripsweet biar saya selalu merasa sweet sweet selama bertarung dengannya. ini salah satu sugesti yang keren right? *catat : udah banyak yg namain skripsweet sih. hufth nggak kreatip bingits!*
mungkin karena sugesti itu juga yaa tapi pastinya udah takdir dari Allah ya, dibalik kegalauan dan kepusingan skripsweet saya. banyak juga hal-hal manis yang kudapat loh. hehe. Alhamdulillah.
skripsi itu kurang lebih sama seperti kopi campur susu, kopi susu. selayaknya kopi yang rasanya pasti pahit, tapi kalo di tambah susu pasti rasanya jadi manis-manis pahit. sama persis dengan skripsi. skripsi itu pahit. tapi ketika kita menjalani prosesnya dengan senang hati, akan banyak hal manis berdatangan. maklum saya penggemar segala jenis kopi. hehe

cerita saya dimulai dari sini.

Rabu, 26 November 2014

untukmu... hujan....


tik tik tik...
hujan....
splaaassshhhhhh tiba-tiba saja rentetan memori itu melayang-layang di pelupuk mata. oh tidak. kenangan itu, potongan-potongan kisah itu terus saja menyatu di penglihatanku. lagi-lagi kamu berhasil membuka luka lama yang susah payah ku tutupi selama ini. sakit rasanya. tepat dengan kalimat yang lagi nge-trend sekarang "sakitnya TUH DISINI"

tidakkah kamu mengerti hujan? aku selalu menunggumu, namun kamu selalu berhasil mengacaukan hatiku. kamu selalu membawa rasa itu, membuatku tak kuat menahannya hingga aliran deras di pelupuk mataku tak dapat ku bendung. lagi-lagi aku terjebak denganmu. di sudut kota ini. ah betapa malangnya diri ini.

hujan, sebenarnya kamu begitu istimewa. aku terus saja rindu kepadamu. namun bisakah kamu datang tanpa membawa potongan-potongan kisah itu. aku tak kuat menyusun kisah itu lagi, aku tak bisa menyatukan potongan kisah itu dalam nyataku. lalu mengapa kau terus saja memaksaku menyelesaikannya?

aku... aku...

aah aku tak kuat lagi. aku merindukanmu.... hujan..., meski kau selalu menikam-nikam hatiku hingga aku menikmati kesakitan itu.

apalah artinya aku. hanya kau yang selalu istimewa. 



Sendiri. Sepi. 
icha_izzah
Makassar, 26 November 2014
17:35 WITA @bed *refresh otak dulu nulis-nulis galau, capek kerja skripsweeettttttt*


Rabu, 19 November 2014

Karena hidayahNya begitu sulit ku dapatkan....




Ya sangat sulit, tidakkah kamu mengerti? Betapa sulitnya hidayah ini kudapatkan.
Aku yang dibesarkan di lingkungan yang paham benar akan syariat islam. Sejak kecil orang tauku telah menerapkan syariat islam di rumahku. Aku dibiasakan shalat 5 waktu dengan tepat waktu, membaca dan menghafal Alquran, belajar kisah-kisah para nabi, bangun pagi harus jam 5 subuh untuk shalat dan tidak boleh tidur lagi. Iya, semua itu ku lakoni sejak aku mengerti dan mampu berpikir dan berkomunikasi dengan orang tuaku, namun itu semua tak cukup membuatku mendapatkan hidayah lebih cepat dan lebih awal. aku menyesal. sangat menyesal. semoga Allah mengampuniku.

Tahukah kamu, hidayah dariNya baru kurasakan di umurku yang ke 20. Bayangkan 20 tahun aku melakoni perjalanan hidupku tanpa merasakan manisnya hidayah dariNya. Aku benar-benar menjalani rutinitasku pure akibat perintah dan larangan orang tuaku. Orang tuaku telah berusaha semaksimal jungkin memanggil guru ke rumah untuk mengajariku syariat agama islam yang kaffah, otakku menerima bahkan menghafalnya di luar kepala, namun hatiku keras suram bagaikan batu di kawah lumpur. Aku tak pernah menuntut ilmu dengan hatiku, aku tak pernah benar-benar beribadah kepasaNya dengan hatiku.

Jumat, 15 Agustus 2014

tulisan amburadul *edisi KKN-PK 47*

hai ! 
nulis 3 huruf aja di sini sulitnya bukan main. bukan apa-apa nih ya signal di posko sangat tidak mendukung. nulis dikit jaringan hilang lagi, datang lagi, hilang lagi kyaaaaaaaaa.......
yup sekarang masih saja mendekam di posko KKN -lupa juga udah pernah cerita nggak ya disini tentang KKN, anggaplah kalian udah tau ya- tercintah, meskipun keadaan sangat tidak memungkinkan untuk ber-jejaring sosial tapi saya semangat nge-BLOG hahahah (ceritanya lagi semangat 45, maklum besok lusa udah agustusan kan ? :D)

tiba-tiba blank nih, dikejar waktu mau curhat soalnya pake leptop dan kuota inetnya si kordes pelit hehe "maaf ya kordes, ini nggak jujur kok" cing...


---nggak tau mau cerita apaan nih----------------

oh iya ternyata KKN itu menyenangkaaaannn bingits. ini kata bingits selain di populerin tv, di populerin temen posko juga namanya Sri Sumarni, anak Fakultas Kesehatan Masyarakat panggilnya Marni tapi lebih suka di panggil Zuma' -padahal marni lebih keren lagi hihihihi- (temen pertama yang ku kenalin nih, uww dia pasti berbunga-bunga)..... 

Rabu, 06 Agustus 2014

maafkan...

katanya aku menghianati semua komitmen itu, katanya aku tidak bertanggungjawab atas semua janji yang ku ucapkan.
namun pernahkah kamu secuil saja mencari dan menelaah dengan baik alasan dibalik semua itu? alasan mengapa aku melanggar janji-janji itu, melanggar semua kesepakatan itu? PERNAHKAH?
aku berusaha menjelaskan panjang lebar pun kamu tak pernah memedulikan penjelasanku.
hatiku begitu teriris, jiwaku sendu mendengar kamu mengata-ngataiku bagaikan kita tak saling mengenal.

dulu ku pikir kamu adalah satu-satunya orang yang paling open-minded yang ku kenal. kamu selalu mengerti dengan pemahamanku yang terkadang berbeda dengan orang lain.
namun mengapa di saat itu semua dibutuhkan, semuanya berbalik. kamu bahkan menjadi satu-satunya orang yang tidak mau mengerti akan perubahan prinsipku, perubahanku menatap dunia ini.
disaat orang-orang di sekelilingku sangat mendukung perubahan yang kulakukan. kamu menjadi orang yang paling menentang itu.

Jumat, 11 Juli 2014

Kangen nge-blog.

Assalamu'alaikum....wuaaaaaa lama tak bersua blog kesayangan.....yah seperti inilah ketika keadaan benar-benar tidak bersahabat. Sibuknya ampuunn bahkan kebutuhan diri sendiri pun terkadang terlupa *aslinya sih lg malas nulis* hehe.

Yah rasanya terlalu banyak hal yg ingin ku cerita beberapa bulan terakhir. ceritanya udah numpuk. Jd bingung mw mulai dari mana. N

mun tak dapat ku pungkiri akhir-akhir ini mmg banyak hal yg brubah. Mulai dari keadaan ruhiyah bahkan hal-hal yg berkaitan dengan amanah di kampus, organisasi dan sebagainya. Semuanya menyita waktu bahkan malam-malam pun di penuhi dgn musyawarah-musyawarah yg ujungnya tak tahu kapan berakhir.

Namun dibalik semua itu sudah pasti ada kebahagiaan tersendiri masih diberikan karunia oleh-Nya berupa kesibukan-kesibukan yg insyaAllah bukan didasari hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah ..... aamiin

Minggu, 13 April 2014

berbagi itu tak ternilai......

one sentence for today : what a hectic day :D
yapp.. hari ini adalah hari dimana kami melaksanakan proker (program kerja) terakhir kami di Biro Adik Asuh, salah satu Biro di UKM LDK MPM UNHAS. Berhubung saya belum pernah menulis mengenai biro ini, mungkin ada baiknya jika saya memperkenalkan sedikit mengenai biro ini. 

Biro Adik Asuh (BAA) merupakan salah satu biro dalam struktur kepengurusan Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus Mahasiswa Pencinta Mushalla (UKM LDK MPM) UNHAS  yang dibentuk untuk membantu pengoptimalan syiar dakwah melalui pengabdian kepada masyarakat dari tri dharma perguruan tinggi, yakni dengan membantu adik-adik terutama yang putus sekolah karena terkendala masalah biaya pendidikan. Biro ini terbentuk sebagai wujud atas rasa keprihatinan dan kepedulian kepada masyarakat  yang berada di sekitar kampus Unhas

Biro Adik Asuh merupakan salah satu biro yang bersifat semiotonom, berorientasi pada pembinaan moral dan akhlak anak –anak demi terwujudnya masyarakat yang rabbani yang berada di sekitar kawasan kampus Unhas. Lembaga ini menjadi mitra bagi para civitas akademika Unhas dan masyarakat umum dalam mengembangkan wawasan adik asuh, baik moral, akhlak, intelektual, dan kepribadiannya. Sehingga adanya lembaga ini menjadi wadah dalam bertukar informasi, pikiran, dan gagasan serta menjadi wadah dalam memberikan bantuan bagi adik-adik yang kurang mampu
 
Nah, Biro ini merupakan satu-satunya biro di MPM yang objeknya adalah anak-anak. dan alhamdulillah sejak awal kepengurusan di MPM saya di tempatan di biro ini. -sesuai dengan kemauan saya sejak awal, kalian tau kan bagaimana rasanya jika harapanmu sesuai dengan kenyataan :)-  

Minggu, 06 April 2014

save our environment fellas :)

setelah beberapa pekan terakhir sulit sekali mempertemukan waktu kosong teman-teman di sobat bumi makassar. 
finally...kemarin, di hari minggu pagi yang cerah. sobi makassar dan beberapa volunteer mengadakan kegiatan seru yang tentunya bertema lingkungan yaitu aksi menjaring sampah di pantai losari.

para sobi + volunteer berfoto setelah aksi

kegiatan ini bertema "SAVE OUR LOSARI". kami mengambil tema seperti ini, karena sangat miris melihat pantai losari yang merupakan salah satu wisata dan dibangga-banggakan oleh warga makassar selalu di penuhi oleh sampah, sampah yang kebanyakan adalah botol-botol plastik atau kantong kresek. hal ini diakibatkan oleh banyaknya pengunjung pantai losari yang tidak merasa bertanggungjawab terhadap lingkungannya. padahal kita ketahui sendiri long term effect akan sangat buruk jika tidak ada kesadaran dari warga. lama kelamaan air laut pantai losari akan berubah warna dan berbau akibat sampah-sampah tersebut.

Sabtu, 15 Maret 2014

Untukmu...

Kamu tau tidak. Kamu yang teristimewa.
Jangan pernah sedikitpun terlintas di hatimu bahwa aku meninggalkanmu karena aku membencimu
Sama sekali tidak.
Aku melakukan semua ini demi kebaikan kita.
Demi cintaku kepada-Nya dan juga kepada dirimu.
Mungkin saat ini sakit begitu terasa, hati layaknya tertusuk belati. Bahkan lebih sakit. Perih.
Namun, pernahkah kamu teringat. Betapapun sakitnya kita di dunia yang fana ini. Semua akan berakhir. Pun dengan kehidupan kita.
Maka jangan pernah menyerah dengan rasa sakit itu.

Selasa, 04 Maret 2014

Tidak ada yang tercecer!

Jika cermat melihat dari awal hingga akhir, perjalanan hidup adalah kisah yang saling mengait. Membentuk suatu kesatuan utuh dalam satu bingkai, sehingga setiap kejadiannya saling terhubung menjadi rangkaian dalam hukum sebab akibat yang kuat. Hingga semuanya berakhir, karena ia bermula. Tidak pernah ada yang menjadi kisah terpisah, keluar menyendiri tanpa arti.

Hingga baik buruknya setiap perbuatan, menjadi sebuah energi positif atau negatif, yang membuahkan hasil. Bahkan meski ia seberat dzarah sekalipun, kita akan melihat akibatnya. Dan semuanya akan kembali kepada kita masing-masing sebagai pelakunya, kini atau nanti, dalam keadilan timbangan Allah.

Waspada mencermati akibat yang tidak hadir kini, dalam kemustahilan telepasnya sebuah perbuatan dari kesatuannya dengan yang lain, menjadi sarana bagi kita untuk meraih kebaikan dan terhindar dari keburukan. Baik keistiqomahan dalam kontinuitas pengadaannya, kesabaran menantikan saat panennya, kesyukuran atas yang telah dinikmati, maupun pertobatan karena ketergelinciran yang terjadi. Tidak boleh terlena, lengah, atau kalah.

Tapi banyak diantara kita yang gagal melihat akibat, terutama saat berbuat maksiat yang tidak langsung terlihat efek negatifnya karena ia diakhirkan. Kenikmatan dunia yang terasakan dan nafsu yang menumpulkan ketajaman indrawi, membuat kita tertipu. Dan karena kita mengira ia dalam bingkai yang lain, yang terlepas sehingga kita merasa bebas, maksiat itupun kita ulang-ulang dengan suka cita sambil berharap ending bahagia.

Tapi bagaimana mungkin? Sedang semua berjalan dalam kepastian sunnatullah. Bahwa tidak ada yang sia-sia, tercecer dan terlupakan! Semuanya akan berbuah karena semuanya adalah benih, kebaikan atau keburukan. Maka kita tidak boleh tertipu oleh panen yang belum tiba, nikmat maksiat yang segera, atau penatnya taat. Karena saat semuanya berakhir, tiada lagi semua itu. Hanya ada khusnul atau suul khatomah.

Hakikatnya, hidup adalah perjalanan panjang pembuktian keimanan, yang seringkali melelahkan. Sedang nikmat yang didahulukan dengan pembayaran awal maksiat bertaburan di sepanjangnya. Maka yang tertunda bukan berarti tidak ada, yang sekarang adalah benih yang ditanam, dan semua akan berbuah pada saatnya, cepat atau lambat. Maka kita tidak boleh tertipu. Agar selamat yang kita harap, tidak tertukar dengan derita. Karena sungguh, tidak ada yang pernh tercecer dari ilmu dan keadilan Allah.

Kamis, 20 Februari 2014

Complicated Heart

Pernah tidak merasa bahwa hidupmu terlalu keterlaluan. Terlalu banyak hal yang membuatmu sedih. Terlalu banyak hal yang membuatmu kuatir...
Namun kamu sama sekali tak bisa bertindak apa-apa. Semuanya nothing.
bahkan untuk mendeskripsikan perasaanmu pun kamu tak tau. Semuanya blur. Abu-abu.
Berlari sekuat tenaga. Menjauh. Berusaha untuk tak melihat kebelakang.
Namun Mengapa selalu kembali tanpa alasan yang jelas?

Aku yakin dengan keputusan ini, namun mengapa tak jua menampakkan hasilnya.

Aku lelah menunjukkan bahwa aku baik-baik saja. Hatiku berteriak. Hatiku terluka. Namun tak pernah ada yang mendengarnya. Pun diriku sendiri.

Namun siapa yang dapat menyembunyikan Perasaan yang begitu menusuk. Menikam jantung!
Aku tak kuasa untuk menghindar. Meski lisanku terus saja berucap hal yang bertolak belakang dengan hatiku.

Diam dan tangis menjadi satu-satunya pelarian.

Aku rindu dengan ketenangan.
Aku rindu bahagia.
Aku rindu keindahan.
Aku tak ingin berpura-pura.
Aku rindu hatiku yang dulu. Ketika tak ada yang mengotorinya.
Tak ada yang menusuk. Tak ada yang membuatnya terluka. Tak ada yang membuatnya sakit.

Aku ingin kembali. Kembali ke fitrahku. Mencintai Allah dengan setulus hatiku.
Karena ku tau begitu sulit untuk kembali ketika kemaksiatan telah menyelimuti hati.

Akankah semua akan kembali seperti dahulu?

Waktu akan menjawab semuanya.

Suatu saat nanti.

Minggu, 02 Februari 2014

Otw makassar

Dulu, dulu sekali teringat zaman taman kanak-kanak. Ditinggal sendiri aja saya pasti nangis meski ditinggal di rumah sama tante-tanteku. Makanya saya di gelari si cengeng sejak kecil. Hingga duduk di bangku sd-smp sama sekali tidak berani bepergian sendirian.
Seiring dengan bertambahnya usia hingga sekarang tanpa kusadari bepergian sendiri sudah menjadi aktivitas biasa yg kulakukan tanpa ada rasa takut lagi.
Seperti itulah manusia, semakin dewasa semakin merasa mengetahui lebih banyak hal sehingga rasa takut mulai berkurang dan itu memang terjadi pada diriku sendiri.
Namun tetap saja selalu ada rasa was-was dihatiku karena setauku dalam islam tidak dibolehkan bepergian sendiri apalagi jauh (makassar-tolitoli) tanpa mahram.
Namun apa daya, keadaan memaksaku untuk harus dan mesti pulang dan tak ada seorangpun mahramku yang bisa menemaniku, abaku ngantor, adik-adikku yang laki2 pada sekolah.
Semoga saja Allah mengampuniku. Karena terkait banyak hal penting yang harus kuselesaikan di kampung halaman yang memaksaku harus pulang liburan ini *padahal rencana untuk pulang sama sekali nggak ada sejak awal bulan yg lalu*
Yah takdir Allah azza wa jalla berkata lain. Kita sebagai manusia hanya bisa berencana namun Allah yang menentukan.
Hanya bisa banyak-banyak beristighfar. Semoga perjalananku dimudahkan dan selamat sampai makassar. Aamiin.
Doain ya kawan-kawan. *^▁^*

Kamis, 16 Januari 2014

Hope u realize....

Hal terberat ketika aturan benar-benar tidak bisa dilenyapkan, aturan dari yang Maha Kuasa dan satu-satunya cara hanya bisa membunuh perasaan dengan mengeluarkan air mata.

Namun dia mengira semuanya baik-baik saja bahkan merasa disakiti.

*i don't know how to discribe my feeling rightnow*