Minggu, 29 September 2013

Hadist 42

Bismillah...
setiap pekan ke 4 dari tarbiyah, murabbiyahku akan membahas mengenai kitabul jami'.

my kitabul jami'

kitabul jami' berisi pelajaran-pelajaran berkaitan dengan Adab, Akhlaq, dan Dzikir, serta Do'a sehari-hari seorang muslim yang diambil dari hadist-hadist Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. kitabul jami' terdiri dari hadis 1- hadist 131.

pekan ini pembahasannya adalah hadist ke 42, berikut materi yang sempat saya catat.
Artinya : Dari Abu Hurairah Radiyallahu’anhu ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Waspadalah terhadap sifat dengki(hasad), karena sesungguhnya dengki(hasad) itu dapat memakan pahala kebaikan, seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Daud).

Hasad : seseorang tidak menyukai saudaranya mendapatkan nikmat dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan ia menginginkan nikmat tersebut hilangdari saudaranya.    
"suatu sifat yang wajib kita perangi, karena ia bisa menghabiskan segala kebaikan, membatalkan pahala yang dijanjikan terhadap orang-orang yang beramal."
Ada 3 point penting yang perlu diperhatikan   
  • Sifat hasad ---> asal mula dari dosa. Terjadi ketika Allah Subhanahu Wa Ta'ala  meminta iblis sujud kepada Adam, timbul sifat hasad pada iblis sehingga ia tidak mau sujud kepada Adam.   
  • Berkaitan dengan sifat hasad, manusia terbagi dalam beberapa tingkatan :   
    Ada yang yang berusaha untuk melenyapkan nikmat saudaranya dengan berbuat dzalim kepada saudaranya, baik dengan perkataan maupun perbuatan. 
    Ada yang berupaya mengalihkan nikmat tersebut, dan mengalihkannya kepada dirinya sendiri (ex : tidak mau kalah) 
    Ada yang berupaya untuk melenyapkan nikmat tersebut tanpa mengalihkan kepada dirinya.  
    Ada pula golongan yang lain yaitu seseorang yang jika timbul perasaaan hasad di dalam dirinya terhadap saudaranya, maka ia menahan dirinya baik perkataan maupun perbuatan.  
    Golongan yang lebih baik yaitu seseorang yang berupaya menghilangkan sifat hasad dengan terus berbuat baik terhadap saudranya, mendoakannya, dan menyebarkan kebaikannya, serta berupaya mengganti perasaan hasad itu dengan perasaan cinta. (golongan inilah yang dinamakan mukmin sejati)
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'di beliau berkata sifat hasad dapat dibagi menjadi 2, yaitu hasad terpuji dan hasad tercela.
    Hasad tercela : seseorang yang menharapkan hilangnya nikmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala dari seorang hamba baik ia senang jika hal itu terjadi namun tidak mengusahakannya, atau ia berusaha untuk melenyapkannya.
    Hasad terpuji : seseorang yang menyaksikan nikmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang bersifat agamais/keimanan terhadap Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sehingga ia juga bercita-cita untuk melakukan hal yang serupa. Hal ini adalah hal yang sangat terpuji.
 Hasad yang dibolehkan :
  1.  Ketika melihat seseorang memiliki harta yang banyak dan disedehkan di jalan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 
  2.  Ketika melihat seseorang yang memiliki ilmu agama dan keimanan. 

                                                                *Semoga bermanfaat*
 

 














Tidak ada komentar:

Posting Komentar