Jumat, 14 September 2012

nulis diary yuk...

saat sedih bangetttt atau senang bangeettt, kalian ingat apa ?
kalau saya ya, pasti ingat diary.
yap karena malam ini lagi galau yang teramat sangat dan butuh tempat curhat jadi keingat diaryku ini.
tapi setelah baca-baca tulisan terakhir ternyata udah setahun nggak nulis di sini. kasian dianya, tadi ku ambil di lemari udah ada "debudebubintangnya" hahaha.

nah kalau di tanya siapa teman saya yang paling setia, saya pasti jawab diary biruku. bagaimana tidak diary ini udah menemaniku sejak SMP dan sekarang saya udah masuk semester ke 3 di perguruan tinggi. kalau ku hitung-hitung udah 7 tahun lebih. wauww, tapi ada sedikit rahasia kenapa diary ini begitu lama tapi nggak penuh-penuh karenaa pemiliknya ini hanya curhat ke dia di saat-saat paling -genting- dihidupnya, hahahahha

diary ini ku beli saat kelas 1 SMP, kenapa tiba-tiba beli diary ? karena guru bahasa Indonesiaku<namanya lupaaa> yang nyuruh, hahah. awalnya nggak ngerti buat apa diary2-an. tapi lama kelamaan jadi ngerti kalo diary itu bermanfaat banget. apalagi saat kamu ngerasa nggak ada yang mengerti kamu. ya seperti keadaan saya malam ini. --"

bercerita mengenai diary biruku ini, ada satu kejadian penting yang ingin ku cerita. ketika itu orang tuaku tidak sengaja membaca diary biruku. aah rasanya malu sekali saat itu. bayangin hal-hal yang nggak pernah kucerita ke siapapun jadi kebaca ortuku. apalagi tulisan2ku saat SMP dan SMA, masa-masa pubertas dan saat lagi keranjingan galau. hehe. mengingatnya jadi buat diriku senyum-senyum aneh. :')

Ada satu hal yang ku syukuri dari kejadian itu, orang tua ku sangat bijaksana dan sangat menghargaiku. mereka tidak mengolok-olok ataupun menuduhku yang tidak-tidak walaupun terkadang yang ku tulis itu hal-hal yang sering mereka "ceramahkan" untuk tidak dilakukan. contohnya "cinta-cinta monyet" hehe.

Tapi terkadang ada loh orang tua yang punya kebiasaan buruk, saat melihat anaknya nulis diary malah menertawakan atau mengolok yang membuat seseorang jadi sedih dan sakit hati. berdampak deh ke psikologis anak tersebut. mereka jadi malas menulis bahkan berhenti nulis diary. Padahal ya, nulis diary itu penting loh untuk perkembangan psikologis seseorang, psikolog yang ku kenal bilang "cha, diary itu menyehatkan jiwa" karena dalam menulis kan kita bebas berkhayal, berfantasi, berimajinasi yang bisa buat otak kita berpikir dan berkembang. Kalau ada waktu kita juga bisa baca-baca lagi diary kita yang kemudian menjadi introspeksi dan kenangan yang indah atas masa lalu kita.

tertarik untuk nulis diary juga ? yuk nulis diary. tidak perlu nulis panjang atau rumit-rumit. cukup ambil pulpen kamu trus nulis dehh. curhat di twitter or facebook aja tiap menit bisa, masa nulis diary nggak bisa. padahal nulis diary lebih bermanfaat dan tidak ter-publish ke banyak orang, trus bisa melatih bakat menulis kita juga. kalian tau, penulis-penulis novel terkenal itu tidak akan instant menghasilkan sebuah novel yang luar biasa, tetapi mereka menulisnya dalam coretan-coretan kecil seperti diary. overall, AYO nulis diary dan rasakan manfaatnya teman-teman :)








2 komentar:

  1. Guru bahasa indonesia kita waktu kelas 1 ibu zubaedah bukan cha? tpi bukan kayaknya :D lupa namanya ibu 1 itu :D

    BalasHapus
  2. bukan say.. sy jg lupa guru bindo itu. hanya wajahnya yg ku tau. nama lupaaa hehehhehe

    BalasHapus