Rabu, 21 Desember 2011

senyum kemudian hilang


galau. dedaunan pun ingin berteriak meneriaki. malam pun takut. senyum tak berarti.
Hujan turun seakan mengerti irama hati yang kacau, tak tentu arah.
Sesosok cahaya datang menerangi , mengembangkan senyum.
Menenangkan jiwa,
merasuki hati .
membuat lupa.
Mengobati.
Kemudian pergi. Tak tahu kemana......
aku pun jatuh , terhempas.
tak tahu arah.
tapi ku tahu, aku masih memiliki dia "dihatiku"
dia yang senantiasa menghiasi malam-malamku yang kelabu.

1 komentar: