Minggu, 28 Agustus 2011

jerit tangis.

sepi.
hampa yang ku rasa. 
angin malam menusuk hati, seakan mengerti
dingin. hingga meremuk tulang-tulangku.

hatiku bertanya, apa kau tetap akan tegar ?
air mata tak dapat tertahankan lagi.
semakin deras. semakin deras ditengah dinginnya malam.

yah, berusaha tegar demi apa yang disebut "impian"
saat-saat seperti ini yang selalu membuatku rapuh.
ingin berteriak, 
ingin menyerah.

tapi tanggungjawab itu lebih berat.
terlebih dihadapanNya kelak.

apakah mereka disana dapat mendengar jerit tangis ku ?
aku juga ingin seperti yang lainnya.
berkumpul bersama,
tersenyum bersama,
disaat-saat yang seharusnya bahagia ini.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar